Berbicara mengenai budaya, kita tidak hanya membicarakan mengenai budaya yang berhubungan dengan adat, seni, ataupun pariwisata. Namun juga banyak budaya lain yang ada di lingkungan kita, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, ataupun di lingkungan sekolah. Banyak budaya – budaya yang perlu dikembangkan dalam lingkungan sekolah salah satunya adalah budaya menulis.
Banyak cara yang mengembangkan budaya menulis salah satunya dengan adanya program Madding ( Majalah Dinding ) yang dilaksanakan oleh OSIS. Melalui madding, siswa dapat menyalurkan potensi dan bakat mereka dalam bidang menulis sekaligus mempublikasikannya untuk dapat dibaca dan diakses oleh siswa lainnya. Tulisan mereka tidak harus bersifat sangat formal atau baku seperti karya tulis, namun juga atikel, puisi, tips n triks, kata – kata mutiara, atau bahkan sebuah karya yang sangat simple yaitu sebuah bait pantun.
Dengan dipublikasikannya karya mereka di majalah dinding sekolah saya yakin bahwa mereka akan lebih baik dimasa mendatang. Karya mereka akan dikomentari, diberi tanggapan, dan dikritik oleh siswa lainnya, dan hal itu akan menjadi suatu pembelajaran bagi mereka. Namun jika mereka hanya menyimpan karya mereka yang sangat spektakuler itu hanya untuk diri mereka sendiri, maka tidak akan ada suatu kemajuan pada diri mereka dalam hal menulis.
Budaya lain yang perlu dikembangkan adalah budaya baca. Saya melihat sangat minimnya tingkat antusias siswa untuk pergi ke perpustakaan. Ntah karena bukunya yang kurang menari, suasana perpusnya yang kurang nyaman, atau memang tidak ada minat bagi mereka untuk membaca di perpus. Di sekolah saya, siswa yang datang ke perpus setiap bulannya dapat dihitung dengan jari.
Hal – hal seperti ini perlu diperhatikan dan perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari pihak sekolah. Budaya tulis dan budaya membaca ini memiliki hubungan yang sangat erat. Budaya menulis akan timbul dan berkembang dengan baik karena adanya budaya membaca. Ayo tunjukin karyamu dan go to library !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar