Selasa, Agustus 18, 2009

Ekskul di sekolahku

Hampir semua sekolah menengah di seluruh wilayah nusantara memiliki kegiatan ekstrakurikuler atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ekskul. Tidak terkecuali di SMAN UNGGUL ACEH SELATAN, sekolah ku. Kegiatan selepas jam pelajaran itu menawarkan sejumlah pelatihan sesuai bakat dan minat siswa, seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), English Club dan English area, Sanggar Seni, Mading, Rohis, Pencak Silat Club, dan olahraga misalnya sepak bola, bulu tangkis, bola voli, tenis meja, dan lain – lain.
Ekstrakurikuler biasanya dilaksanakan sekali seminggu pada sore Sabtu atau biasa kami sebut hari pengembangan diri. Ada beberapa yang wajib diikuti siswa, seperti rohis, English area , pencak silatdan selebihnya merupakan pilihan dari siswa. Secara umum ekskul bertujuan untuk mewadahi atau mengembangkan potensi serta bakat siswa – siswi. Namun ada beberapa ekskul yang secara khusus dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan atau pagelaran.
Pelatih atau tenaga pengajar tidak hanya berasal dari dewan guru, tetapi sekolah juga mendatangkan pelatih dari luar yang ahli dibidangnya. Potensi kegiatan ekstrakurikuler untuk mencetak generasi bertalenta di bidangnya sangatlah besar. Ini jika ekstrakurikuler ditangani dengan baik dan profesional oleh pihak sekolah. Dengan kata lain, ekstrakurikuler bukan sekadar kegiatan pengisi waktu luang atau rutinitas semata.
Hmm... ekskul menjadi salah satu kegiatan favorit saya di sekolah. Ekskul menambah pengetahuan dan keterampilan saya diluar sains. Walaupun jam pelajaran pagi sudah buat otak sama tubuh saya capek, but saya tetap menjalankan ekskul dengan senang hati. Tiap tahun saya selalu mengambil ekskul yang berbeda. Tujuannya untuk merasakan bermacam – macam bidang ilmu, tidak hanya satu bidang ilmu aja. Ditahun pertama saya sekolah di SMAN UNGGUL ACEH SELATAN, sanggar seni dan english club menjadi pilihan. Mengapa saya pilih sanggar seni khususnya paduan suara, karena tahun pertama saya sudah direkrut buat mengikuti lomba paduan Suara Gita Bahana Nusantara untuk menyanyi di Istana Negara pada 17 Agustus. Namun sayangnya Dewi Fortuna belum berpihak pada saya.
Pada tahun kedua, saya mengambil KIR dan mading sebagai ekskul. Ketua OSIS menunjuk saya sebagai Pimred Mading sekolah. Selama satu tahun masa kerja bakti, telah banyak karya – karya yang masuk ke redaksi. Siswa – siswi yang masuk dalam ekskul mading menjadi memahami sastra dan tahu bagaimana caranya menjadi seorang jurnalis. Mading juga memberikan pengahragaan khusus kepada siswa – siswi yang karyanya dinilai baik oleh redaksi mading. Namun ditahun terakhir, saya tidak mengambil ekskul apa – apa karena lebih memilih untuk fokus mempersiapkan UAN dan SPMB. Namun ekskul tetap berjalan sih tanpa kehadiran saya ( Hahaha narsis banget ya ).
Baru – baru ini, pada tanggal 14 Agustus 2009, sanggar tari SMAN UNGGUL ACEH SELATAN yang bernama " Al Jauhar" ikut serta dalam pagelaran malam kesenian dalam rangka menyambut HUT RI ke - 64 di kota Tapaktuan. SMAN UNGGUL ASEL menampilkan sebuah tarian kreasi baru yaitu ” Seulaweut ”. Tarian ini diikuti sebelas siswi – siswi yang merupakan binaan dari Ekskul sanggar seni khususnya tari. Sanggar tari SMAN UNGGUL juga telah menampilkan kreasi tarinya dihadapan Pimpinan MPR Juli lalu. Hal itu dilaksanakan ketika SMAN UNGGUL mewakili Provinsi Aceh dalam ajang Lomba Cerdas Cermat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di Jakarta. Selain itu sanggar seni juga mengajarkan siswa siswi dalam hal membuat kerajinan tangan yang dapat dipasarkan.
Telah banyak manfaat yang dirasakan oleh siswa – siswi SMAN UNGGUL dalam mengikuti Ekskul termasuk saya. Banyak ilmu dan keterampilan lain yang saya dapatkan dari Ekskul. Dan saya juga berharap hal itu dapat diterapkan dalam kehidupan saya di rumah dan di masyarakat.

Tidak ada komentar: