Ekskul Paduan Suara
“ Melambai – lambai, nyiur di pantai, berbisik – bisik raja klana. Memuja pulau , nan indah permai, tanah airku, Indonesia “
Itulah penggalan dari lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki yang sering kami nyanyikan ketika mengikuti ekskul paduan suara. Memang ekskul ini kurang diminati oleh siswa namun saya tetap bersemangat untuk mengikutinya. Ekskul ini memang sengaja diadakan untuk mempersiapkan siswa – siswi yang akan mengikuti lomba paduan suara Gita Bahana Nusantara di tingkat kabupaten. Lomba paduan suara Gita Bahana Nusantara adalah lomba yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bertujuan untuk mencari siswa – siswi dengan vocal suara yang bagus yang akan menyanyi di Istana Merdeka pada perayaan HUT RI.
Sebelum mengikuti ekskul ini, siswa harus dicek terlebih dahulu daerah suaranya, apakah berada di daerah rendah pria ( Bass) atau suara tinggi pria ( Tenor ), suara rendah wanita ( Alto ) atau suara tinggi wanita ( Sopran ). Lagu - lagu yang kami nyanyikan adalah lagu perjuangan dan lagu kemerdekaan yang sekarang sudah tidak diminati lagi oleh para remaja, seperti Hari Merdeka, Rayuan Pulau Kelapa, Padamu Negeri, Indonesia Tanah pusaka, dan lain – lain.
Saya adalah salah satu yang berhasil mewakili SMAN UNGGUL baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi. Suatu pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Berkat mengikuti ekskul Paduan Suara dan bimbingan dari para pelatih saya bisa menduduki peringkat ke 4 se-Aceh.
Di bawah bimbingan ibu Sri Nastuti atau yang akrab kami panggil Bu’ Tuti, telah banyak siswa – siswi yang berhasil dalam perlombaan ini baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi. Namun sayang belum ada perwakilan dari SMAN UNGGUL ACEH SELATAN yang pernah mewakili Provinsi Aceh ke tingkat nasional. Bu Tuti yang juga merangkap sebagai guru TIK ini juga sering memberikan tekhnik menyanyi yang baik bagi kami siswa – siswanya. Dimulai dari solmisasi nada, bagaimana menghasilkan vibra, membulatkan suara, sampai mengiterpretasikan sebuah lagu ( pengahayatan, dan mimic wajah ).
Atas prakarsa bu Tuti jugalah , terbentuk sebuah grup nasyid SMAN UNGGUL ACEH SELATAN dengan nama “ Al – Mu’alim”. Lagu – lagu yang sering kami bawakan ketika manggung adalah Suplication dari Samy Yusuf, Tihamah dari Senada dan lain - lain
Itulah penggalan dari lagu Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki yang sering kami nyanyikan ketika mengikuti ekskul paduan suara. Memang ekskul ini kurang diminati oleh siswa namun saya tetap bersemangat untuk mengikutinya. Ekskul ini memang sengaja diadakan untuk mempersiapkan siswa – siswi yang akan mengikuti lomba paduan suara Gita Bahana Nusantara di tingkat kabupaten. Lomba paduan suara Gita Bahana Nusantara adalah lomba yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang bertujuan untuk mencari siswa – siswi dengan vocal suara yang bagus yang akan menyanyi di Istana Merdeka pada perayaan HUT RI.
Sebelum mengikuti ekskul ini, siswa harus dicek terlebih dahulu daerah suaranya, apakah berada di daerah rendah pria ( Bass) atau suara tinggi pria ( Tenor ), suara rendah wanita ( Alto ) atau suara tinggi wanita ( Sopran ). Lagu - lagu yang kami nyanyikan adalah lagu perjuangan dan lagu kemerdekaan yang sekarang sudah tidak diminati lagi oleh para remaja, seperti Hari Merdeka, Rayuan Pulau Kelapa, Padamu Negeri, Indonesia Tanah pusaka, dan lain – lain.
Saya adalah salah satu yang berhasil mewakili SMAN UNGGUL baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi. Suatu pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Berkat mengikuti ekskul Paduan Suara dan bimbingan dari para pelatih saya bisa menduduki peringkat ke 4 se-Aceh.
Di bawah bimbingan ibu Sri Nastuti atau yang akrab kami panggil Bu’ Tuti, telah banyak siswa – siswi yang berhasil dalam perlombaan ini baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi. Namun sayang belum ada perwakilan dari SMAN UNGGUL ACEH SELATAN yang pernah mewakili Provinsi Aceh ke tingkat nasional. Bu Tuti yang juga merangkap sebagai guru TIK ini juga sering memberikan tekhnik menyanyi yang baik bagi kami siswa – siswanya. Dimulai dari solmisasi nada, bagaimana menghasilkan vibra, membulatkan suara, sampai mengiterpretasikan sebuah lagu ( pengahayatan, dan mimic wajah ).
Atas prakarsa bu Tuti jugalah , terbentuk sebuah grup nasyid SMAN UNGGUL ACEH SELATAN dengan nama “ Al – Mu’alim”. Lagu – lagu yang sering kami bawakan ketika manggung adalah Suplication dari Samy Yusuf, Tihamah dari Senada dan lain - lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar