Minggu, Agustus 23, 2009

Tradisi Meugang dan Makan – makan

Ada dua tradisi yang tumbuh dalam masyarakat Aceh Selatan, yakni meugang dan makan – makan. Meugang atau Uroe Meugang merupakan tradisi atau budaya yang mengalir di dalam masyarakat yakni dimana warga membeli daging kerbau atau sapi untuk menyambut bulan suci ramadhan. Dihari ini juga dibagikan daging – daging tersebut kepada anak – anak yatim yang berada di sekitar kota Tapaktuan. Ini merupakan hari special dimana seluruh warga dapat memakan daging yang merupakan makanan yang mewah di Aceh.
Setelah hari meugang, esoknya masyarakat melakukan makan – makan atau hari makan – makan. Pada hakikatnya hari makan – makan adalah hari diamana kita memakan makanan yang telah dimasak kemarin bersama keluarga di halaman rumah atau hanya disalam rumah karena besoknya kita akan melaksanakan puasa. Namun euphoria yang terjadi di masyarakat adalah semua warga baik tua maupun muda berbondong mengunjungi tempat wisata, kolam renang, tepi pantai dan tempat – tempat indah lainnya.
Hal yang ditakutkan adalah perilaku yang melenceng dari para muda mudi. Para muda mudi pergi berdua – duaan, bergandengan tangan, yang justru merusak niat dari menyambut bulan ramadhan itu. Selain itu ketika pulang dari tempat wisata, saking terburu – burunya untuk pulang karena nanti malam akan melaksanakan sholat tarawih, maka ngebutlah dalam mengendarai mobil atau sepeda motor. Tiba – tiba tersenggol siku orang lain dan harus dibawa ke rumah sakit dan melewati ramadhan bersama pasien lainnya.. Ketika mandi di kolam atau di sungai, berjam – jam sampai mata merah, ketika pulang maka timbullah sakit kepala dan tidak bisa melaksanakn sholat tarawih malamnya.
Jadi dalam menyambut ramadhan ini, tidak perlulah kita terlalu berfoya – foya atau terlalu ria, karena akibatnya akan fatal. Namun yang lebih baik adalah mempersiapkan niat yang ikhlas untuk melaksanakan puasa dan mengharap ridho-Nya.

Tidak ada komentar: