
SANGSAKA UNDER WATER
Manado – Indonesia boleh berbangga karena pada hari ini, 17 Agustus 2009, bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, tinta emas telah tercatat dalam sejarah dunia bahwa Indonesia telah memecahkan rekor dunia untuk penyelaman massal terbayak dan tercatat dalam Guiness Book Of world Record.
Acara ini dilangsungkan dengan cara yang unik yakni dengan upacara pengibaran bendera merah putih di dasar laut kota Manado, tepatnya di pantai Malalayang. Acara ini diikuti oleh 2465 penyelam yang berasal dari seluruh nusantara dan tidak lupa juga dari luar Indonesia. Jumlah ini mengalahkan rekor dunia yang sebelumnya dipegang oleh Maladiv yakni diikuti oleh 958 orang saja. Kita semua yakin bahwa rekor dunia yang sekarang dipegang oleh Indonesia akan sulit dikalahkan oleh Negara lain di dunia.
Upacara bendera bawah laut ini dipimpin oleh inspektur upacara Laksma Iskandar Sitompul dengan komandan upacara Laksdya mukhlas siddik. Uapacara ini dilaksanakan pada kedalaman 19 meter di bawah permukaan laut. Lapangan upacara sendiri merupakan dasar laut yang berpasir dengan panjang 162 m dan lebar 32,5 m. Upacara dimulai pada pukul 10.15 WIT dan berakhir pada pukul 10.30 WIT.
Acara ini merupakan rangkaian dari “ SAIL BUNAKEN 2009 “ yang pertama kalinya diadakan di Indonesia. Upacara ini juga menggunakan teknologi super canggih dimana lagu Indonesia Raya dinyanyikan di bawah laut dan dapat didengar oleh seluruh peserta upacara karena menggunakan speaker bawah laut yang tahan air.
Sangat pantas bahawa sangsaka merah putih berkibar tidak hanya di daratan Indonesia namun juga di laut Indonesia. Suatu hal yang unik ketika Indonesia memecahkan rekor dengan cara upacara yang bertepatan dengan HUT RI ke – 64 merupakan pesan kepada dunia internasional jika kita bersatu maka tidak akan ada yang mampu mengalahkan kita.
Tidak hanya di Bunaken saja, pengibaran bendera di bawah laut juga dilakukan di Sabang, derah kita tercinta. Upacara ini dilakukan pada pukul 14.00 WIB di dasar laut pulau Rubia. Pengibaran ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dengan dibantu oleh TNI Angkatan Laut. Tidak hanya pengibaran bendera, acara ini juga menampilkan taraian yang dibawakan di dasar laut. Bias kita bayangkan betapa sulitnya hal ini dilakukan. Namun dengan persiapan yang matang, kita semua yankin perosesi ini akan berlangsung dengan lancer dan dengan Zero Accident.
Dirgahayu Indonesia yang ke – 64, semoga Indonesia dapat menjadi bangsa yang kuata dan lebih maju di masa mendatang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar